JAKARTA: Sedikitnya 56 wartawan Bisnis Indonesia mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diadakan di Wisma Bisnis Indonesia selama 2 hari, 27-28 Januari 2012. Ujian itu dilaksanakan untuk mendapatkan Sertifikat Kompetensi Wartawan Utama dan Wartawan Madya yang dikeluarkan oleh Dewan Pers.
Penyelenggara ujian kali ini adalah Persatuan Wartawan Indonesia. Dengan demikian, Bisnis Indonesia menjadi media pertama yang memiliki jumlah wartawan bersertifikasi kompetensi terbanyak di Indonesia.
Andi Mustmar, pelaksana tugas uji kompetensi standar kompetensi wartawan, mengatakan PWI merupakan salah satu dari lima lembaga penguji yang sudah disahkan Dewan Pers. Empat lembaga lainnyaadalah Lembaga Pendidikan Doktor Sutomo (LPDS), Aliansi Jurnalis Independen atau AJI, Radio Republik Indonesia, dan LKBN Antara.
Menurut Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Arief Budisusilo, saat ini jumlah wartawan Bisnis Indonesia yang telah mengikuti UKW sebanyak 62 orang. "Sebelumnya kami telah memiliki 6 wartawan yang bersertifikasi wartawan utama," katanya.
Dengan penyelenggaraan uji kompetensi di Bisnis Indonesia tersebut, saat ini PWI telah menguji 543 wartawan yang berhak memegang sertifikat utama, madya, dan muda.
"Jumlah itu diperoleh dari 12 kali UKW di berbagai daerah dan dalam 12 kali pelaksanaan UKW," kata Hendry Ch Bangun, Sekjen PWI Pusat di Jakarta hari ini, Sabtu, 28 Januari 2012.
Hendri mengemukakan semua peserta ujian itu adalah wartawan aktif, kebanyakan media cetak, sebagian besar harian. "Mereka tidak menghadapi persoalan ketika harus melakukan unjuk kerja, sebagaimana tuntutan UKW. Mulai dari menulis berita, melakukan wawancara bagi wartawan muda, atau melakukan perencanaan rubrik, menyunting bagi wartawan madya, atau menulis opini, memimpin rapat, bagi wartawan utama," katanya.
Atal S. Departi, salah satu penguji, mengatakan tidak ada yang sulit dengan UKW, kalau pesertanya wartawan yang tiap hari melakukan kegiatan jurnalistik, yang populer dengan istilah 6M, yaitu mulai dari menggali, menulis, sampai menyiarkan berita.
"Akan tetapi bagi mereka yang tidak memiliki pengalaman jurnalistik cukup, tetapi menduduki jabatan di bagian redaksi, tentu saja UKW terasa sulit," jelasnya.(LN)













